July 20, 2026

9 Maret 2024 | Kegiatan AKSEN ini diadakan dengan maksud menyampaikan aspirasi dengan prodi Statistika sekaligus acara sarasehan yaitu penyampaian Visi dan Misi prodi dilaksanakan tanggal 9 Maret 2024

Berikut Informasi Hasil Audiensi (Tanggapan Dosen Terkait Aspirasi)

  • METODE PEMBELAJARAN
    1. Perlunya penjabaran nilai, contohnya pada komponen penilaian di transkrip KHS dan sertakan komponen penilaian di KHS pada siamus.
      • Tanggapan Dosen : Untuk transparansi nilai bisa dilihat di Admin, karena dosen menginput nilai dalam bentuk huruf bukan angka. Pada LP3M sedang diatur supaya dosen bisa menginput komponen nilai dengan cepat, karena keterbatasan SDM dan kebutuhan terkait pengelolaan. Kedepannya akan disusun supaya dari Excel bisa langsung di import ke Siamus dan diusahakan akan dibuat kebijakan input nilai perkomponen.
    2. Dikarenakan keterbatasan waktu perkuliahan, membuat mahasiswa kurang dalam menanyakan terkait materi perkuliahan. (Meminta ketersediaan waktu diluar jam perkuliahan utk mahasiswa bertanya mengenai materi)
      • Tanggapan Dosen : Mahasiswa perlu memiliki keterampilan untuk memanfaatkan momen yang diberikan oleh dosen untuk bertanya dengan bijak, karena ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan kejelasan terkait materi, dan pemahaman yang lebih dalam. Selain itu, mahasiswa juga harus bisa memaksimalkan  ketika dosen memberi sesi diskusi di kelas. Dari Kemendikbud sendiri sudah ada kebijakan 1 SKS adalah 170 menit dengan penjabaran sebagai berikut : 50 menit tatap muka, 60 menit tugas terstruktur, 60 menit tugas mandiri. Jadi, jika mahasiswa terlalu mengandalkan dosen tidak akan maksimal karena, dosen merupakan fasilitator bukan transfer knowledge.
    3. Memaksimalkan penggunaan ifstp, dalam memberikan materi pembelajaran dan tugas.
      • Tanggapan Dosen : Untuk IFSTP, kebijakannya saat ini hanya berupa himbauan, langkah selanjutnya akan difokuskan pada upaya menyampaikan informasi secara menyeluruh kepada program studi tentang strategi pengoptimalan IFSTP.
    4. Kurangnya konfirmasi lebih awal dalam pergantian jam/sering ganti jadwal dan dosen yang sulit dihubungi. Diharapkan ada pemberian kejelasan terhadap jadwal kuliah,
      • Tanggapan Dosen : Dalam konteks ini, rencananya akan diakomodir. Selanjutnya, rencana tersebut akan dibawa ke tingkat program studi untuk dibahas lebih lanjut. Langkah ini akan memastikan bahwa implementasi dari rencana tersebut akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
  • FASILITAS RUANGAN
    • Kurang adanya software untuk menunjang perkuliahan mahasiswa statistika dan lisensi Microsoft yg habis dibeberapa computer
      • Tanggapan Dosen : Untuk semua Fasilitas ruangan tertuju pada bagian rumah tangga unimus. Untuk software dan lisensi microsoft prodi belum bisa memadai dikarenakan keterbatasan yang mengharuskan prodi menggunakan biaya cukup mahal, jadi dari prodi mengopsikan untuk menggunakan software yang freelance atau open source
  • KEMUDAHAN MAHASISWA UTK MENGEMBANGKAN DIRI
    1. Kurangnya penyampaian dan keterlambatan pihak prodi terkait info lomba, magang dan beasiswa.
      • Tanggapan Dosen : Terkait info beasiswa dan lomba, mahasiswa harus aktif untuk mencari informasi melalui akun-akun media sosial seperti, Belmawa, Puspernas, dll. Jika hanya menunggu informasi dari prodi, akan ada kemungkinan keterlambatan informasi dikarenakan info dari prodi harus terstruktur dari universitas sampai ke prodi. Prodi memberi support untuk mahasiswa mengakses dana hibah di setiap kesempatan yang ada. Proses hibah kemahasiswaan ada dari kemendikbud sehingga perguruan tinggi akan melakukan seleksi mulai dari prodi.
    2. Mengenai alokasi dana desa cantik, transparansinya seperti apa dan beberapa program kemahasiswaan lainnya
      • Tanggapan Dosen : Pada program yang diadakan kampus Merdeka memiliki karakteristik masing-masing terutama dalam hal pembiayaan. Dari prodi Statistika sendiri dominan di kegiatan tertentu (selinear dengan jurusan). Untuk desa cantik yang merupakan program kerja sama yang diinisiasi prodi dan BPS, Saat program itu berjalan jabatan kaprodi masih Bu Indah jadi belum ada pembahasan lebih lanjut terkait desa cantik antara Bu Indah dan kaprodi baru yaitu Pak Haris. Sehingga Pak Haris belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai pembiayaan desa cantik. Untuk kedepannya aka nada pembahasan lagi dengan Advokesma Himasta.